Penjelasan Sutradara soal Sensor 21 Ke Atas di Film Para Betina Pengikut Iblis

Poster film Para Betina Pengikut Iblis
Film Para Betina Pengikut Iblis lulus sensor

HepiNews.com, Jakarta- Sepanjang film Para Betina Pengikut Iblis dipenuhi dengan kekejaman dan darah.

Namun, dengan lulus sensor 21 tahun ke atas, akankah film itu menjadi yang paling sadis?

Bacaan Lainnya

Sutradara Rako Prijanto menegaskan bahwa meski banyak adegan sadis, film Para Betina Pengikut Iblis tetap membawa pesan positif yang bisa diambil oleh pennton.

Baca Juga  Kapolri Bilang Bharada E Bisa Kembali Menjadi Anggota Brimob Lagi

Menurutnya, sensor tersebut sudah sesuai dengan apa yang ingin disampaikan dalam film tersebut.

“Film ini bukan hanya menghadirkan ketegangan, tetapi juga ada pesan positif yang ingin disampaikan,” ujar Rako Prijanto, dalam keterangannya, Senin (13/2).

Aktris Mawar De Jongh mengakui bahwa Para Betina Pengikut Iblis merupakan film tersadis yang pernah diperankannya. Dia berperan sebagai Sumi, wanita yang menjual gule dari daging manusia.

“Di sini saya harus menciptakan kebencian sekaligus rasa cinta. Saya juga tidak menduga harus memerankan adegan membunuh ayah sendiri,” ungkap Mawar.

Baca Juga  Ini Pelat Nopol Sakti yang Tidak Berlaku Lagi

Adegan sadis yang harus dilakoni oleh Mawar De Jongh, di antaranya adalah memotong leher, menyajikan gulai daging manusia, hingga mencabik-cabik isi perut manusia dibunuhnya.

Meski demikian, ada sejumlah pelajaran yang bisa dipetik dari karakter Sumi tersebut.

“Pastinya harus punya keputusan sendiri, jangan mudah terhasut, harus tahu mana yang baik dan buruk. Kalau soal kesulitan pasti ada jalan keluarnya,” bebernya. ***

Tonton videonya berikut ini:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *