Hillary Lasut Minta Kapolri Tuntaskan Kasus Meninggalnya Brigadir Billy

Anggota Komisi I DPR Hilarry Lasut. (Instagram)

Hepinews – Anggota DPR RI dari Komisi I Hillary Brigitta Lasut meminta atensi kepada Kapolri, Kapolda Sulut dan Kapolresta Manado atas meninggalnya Brigadir Billy Lesar pada 6 tahun lalu, tepatnya tahun 2017.

“Saya akan meminta atensi Kapolri, Kapolda Sulut dan Kapolresta Manado untuk menyelesaikan kasus janggal yang sudah ditunggu oleh istri selama 6 tahun,” ujar Hillary dalam keterangannya, Sabtu (11/2).

Bacaan Lainnya

Pasalnya, hingga kini keluarga masih belum menerima hasil visum, sementara biaya visum ditanggung oleh keluarga.

Baca Juga  Kapolri: One Way dari Tol Cipali-Kalikangkung Diperpanjang Pukul 24.00 WIB

Pertanyaan muncul karena saat kejadian, terdapat luka di kepala Brigadir Billy yang diduga merupakan luka bacokan tapi malah kasus ditutup dengan alasan kecelakaan.

Hasil visum pun diharap dapat memberi petunjuk namun hingga kini, istri dari alm Billy mengaku belum menerima hasilnya sama sekali.

Namun, disayangkan selama 6 tahun kasus ini berlanjut, pihak keluarga justru mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari oknum aparat lain.

Tindakan yang menambah rasa curiga jika ada sesuatu yang janggal tersebut selalu diperlihatkan yang bersangkutan jika keluarga mulai mencoba untuk mengangkat kembali kasus ini demi memperoleh keadilan.

Selain pihak keluarga, pihak kuasa hukum juga yaitu Member Alaw Firm juga mendapat perlakuan serupa.

Baca Juga  May Day, Ratusan Buruh Terobos Tol Rawamangun

Pengakuan yang direkam dalam sebuah video pendek tersebut kemudian viral di media sosial dan mendapat tanggapan beragam dari warganet.

Hillary pun turut membagikan video tersebut malam tadi dan telah mendapat 1.605 dan puluhan komentar.

“Nah viralkan nih. Mumpung kasus Sambo masih anget-angetnya,” tulis akun @vic***.

Selain memberi komentar dan menyampaikan ucapan duka untuk keluarga, tak sedikit juga warganet yang menandai akun Divisi Humas Polri dan Polda Sulut di komentar tersebut.

Hillary juga mendapat dukungan atas sikap tegasnya ini mengingat keadilan perlu diperjuangkan.

“Kami akan tindaklanjuti kasus ini agar istri, pihak keluarga mendapat keadilan setelah penantian 6 tahun lamanya,” kata Hillary Lasut. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *