Pernyataan Gatot Nurmantyo Menggelegar Bakal Ada Banjir Darah

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. (net)

Hepinews – Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan permintaan maaf negara oleh Presiden Jokowi atas pelanggaran HAM berat masa lalu dikhawatirkan membangkitkan kelompok kiri dan kanan bisa mengakibatkan banjir darah terulang kembali.

Hal itu disampaikan Gatot dalam video yang diunggah di kanal YouTube Refly Harun berjudul “Minta Maaf Kepada PKI Karena Pelanggaran HAM?.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Airlangga: Isra Mi’raj Menjadikan Partai Golkar Berpolitik Secara Santun

“Di sini negara meminta maaf, negara meminta maaf, menyesalkan dan meminta maaf hari itu. Menyesalkan dan akan memberikan ganti rugi,” ujar Gatot Nurmantyo, Sabtu (21/1).

Dia menilai maksud presiden untuk menyatukan karena pada 2026 memiliki gambaran bahwa bangsa Indonesia akan ada tiga kelompok, yakni kelompok nasional, kelompok kiri yakni komunis, dan kelompok kanan yakni Islam.

Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa hanya kelompok komunis yang tidak bisa disatukan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau Pancasila yang meyakini Ketuhanan Yang Maha Esa.

Baca Juga  Soal Anas Urbaningrum, Please Deh Demokrat Jangan Baper

Gatot menganggap peristiwa 1965 bukanlah pelanggaran HAM. Karena pada saat PKI dekat dengan pemerintahan, seenaknya membunuh kiai, umat Islam.

“Pak Jokowi mohon bisa dianalisa kembali, dikaji lagi, dan tolong pembantu-pembantu presiden yang dekatnya berikan masukan-masukan positif kepada presiden. Jangan sampai sejarah hitam di negeri kita ini kembali,” kata Gatot Nurmantyo. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *