Home / Nasional

Minggu, 22 Januari 2023 - 14:10 WIB

Pernyataan Gatot Nurmantyo Menggelegar Bakal Ada Banjir Darah

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. (net)

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. (net)

Hepinews – Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan permintaan maaf negara oleh Presiden Jokowi atas pelanggaran HAM berat masa lalu dikhawatirkan membangkitkan kelompok kiri dan kanan bisa mengakibatkan banjir darah terulang kembali.

Hal itu disampaikan Gatot dalam video yang diunggah di kanal YouTube Refly Harun berjudul “Minta Maaf Kepada PKI Karena Pelanggaran HAM?.

“Di sini negara meminta maaf, negara meminta maaf, menyesalkan dan meminta maaf hari itu. Menyesalkan dan akan memberikan ganti rugi,” ujar Gatot Nurmantyo, Sabtu (21/1).

Baca Juga  Dito Mahendra Pelapor Nikita Mirzani Dipanggil KPK, Jleb

Dia menilai maksud presiden untuk menyatukan karena pada 2026 memiliki gambaran bahwa bangsa Indonesia akan ada tiga kelompok, yakni kelompok nasional, kelompok kiri yakni komunis, dan kelompok kanan yakni Islam.

Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa hanya kelompok komunis yang tidak bisa disatukan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau Pancasila yang meyakini Ketuhanan Yang Maha Esa.

Baca Juga  KIB Harus Deklarasi Airlangga Hartarto Sebagai Capres 2024

Gatot menganggap peristiwa 1965 bukanlah pelanggaran HAM. Karena pada saat PKI dekat dengan pemerintahan, seenaknya membunuh kiai, umat Islam.

“Pak Jokowi mohon bisa dianalisa kembali, dikaji lagi, dan tolong pembantu-pembantu presiden yang dekatnya berikan masukan-masukan positif kepada presiden. Jangan sampai sejarah hitam di negeri kita ini kembali,” kata Gatot Nurmantyo. (*)

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemilu Coblos Partai, Siapa Untung dan Buntung?

Nasional

Lecehkan Pengadilan, 3 Tergugat Kompak Tak Hadir

Peristiwa

Mahasiswa Kecam Aksi Kejahatan PT Amma Mineral

Politik

Megawati Siap Umumkan Capres Tahun Depan
8 Partai Politik Siap Lawan PDIP, Duh!

Politik

8 Partai Politik Siap Lawan PDIP, Duh!

Politik

Gibran Rakabuming Malu-malu, Siap Maju Pilgub

Nasional

Kasus Lukas Enembe, KPK Blokir Rekening Senilai Rp 76 Miliar

Nasional

Jabatan 9 Tahun Kepala Desa Bakal Banyak yang Masuk Penjara